Persaudaraan Pencerita Muslim Indonesia (PPMI) PW Jawa Tengah pada hari Minggu 4 Maret 2018 menyelenggarakan Workshop Website bersama Kak DanarDono Ahli IT dari PPMI PD Semarang. Bertempat di IKIP Veteran Semarang dan dihadiri puluhan perwakilan anggota PPMI dari berbagai daerah di Jawa Tengah, berlangsung sangat hangat dan menyenangkan.

Anggota PPMI yang berkiprah sebagai da'i untuk anak-anak melalui kisah-kisah Islam merasa perlu untuk meningkatkan kualitas, salah satunya dengan up grade kemampuan di bidang IT. Mengingat masa sekarang segala sesuatunya bersentuhan dengan teknologi komputer dan internet. Maka Juru Kisah perlu menguasai teknologi internet agar syi'ar Islam melalui kisah ini bisa tersebar secara luas dan memasyarakat.

Diharapkan kemampuan anggota PPMI untuk membuat dan menguasai website bisa membantu masyarakat mengenal kiprah PPMI dan memasyarakatkan kisah bermanfaat untuk generasi penerus. Insha Allah, Indonesia Berkisah Indonesia Berkah

Di zaman modern ini semua serba cepat dan praktis hampir di semua lini. Di dunia kesehatan juga demikian adanya, sekarang ada khitan tanpa jahitan dan dapat beraktifivtas kembali.

Kalau jaman dulu dengan jahitan untuk merapihkan khitan dan menunggu beberapa hari untuk melakukan aktivitas kembali. Belum lama ini Lembaga Amil Zakat Al-Ihsan Jawa Tengah (LAZiS Jateng) bekerja sama dengan Peseroan Terbatas Pelabuhan Indonesia III (PT. Pelindo III) dan Klinik PHC Pedurungan, menggelar acara Khitan Ceria, dengan tema "Khitannya Sekali, Manfaat dan Barokahnya Sampai Mati".

"Kewajiban perusahaan adalah memberi pelayanan untuk masyarakat sekitar dari keuntungan perusahaan melalui Corporate Sosial Responbility (CSR), yang disalurkan melalui beberapa program yang salah satunya Khitan massal untuk anak kurang mampu," demikian diungkapkan Muhammad Nizar Fauzi yang mewakili General Manager Pelindo III.

Dyah selaku Manager Klinik PHC Pedurungan Semarang, memberikan edukasi atau menerangkan, bahwa PHC Klamp (smart klamp) merupakan khitan yang dilakukan dengan alat sekali pakai (disposabe), yang didesain untuk menghasilkan khitanan yang lebih Aman, Cepat dan Praktis.

Arif Nurhayadi selaku Direktur Mitra Corporate dan Digital Fundraising Lazis Jateng, menyampaikan terima kasih telah diberi kesempatan bersinergi. "Semoga bisa bekerja sama di bidang lain, termasuk ekonomi atau pendidikan. Karena di sekitar Pelindo III di daerah Semarang Utara ada binaan anak-anak yatim dhuafa dan ibu-ibu yang mempunyai usaha kecil dan memerlukan bantuan berupa modal serta pendampingan usaha," kata dia.

Acara itupun Dimeriahkan dongeng Kak Kempho Antaka dari PPMI PD Semarang dan Hadrah Rebana Nurul Ikhlas Binaan Rumah Peduli Nurul Ikhlas Lazis Jateng Kota Semarang, menceritakan kisah Mulia dan Plentus. Yang berbuat baik kepada sesama. Peserta untuk khitan ini berjumlah 30 anak dari Kota Semarang, dan mereka diberikan berupa Santunan, bingkisan serta Alquran.

Kegiatan Indonesia Berkah 4 ( Indonesia Berkisah dan Bersedekah ) berlangsung meriah dengan menghadirkan Pendongeng Nasional Kempho Antaka (Kak Kempho) dari PPMI (Persaudaraan Pencerita Muslim Indonesia) PD Semarang. Kegiatan dilaksanakan pada Senin, 25 Desember 2017 di Masjid Assalam Semarang dengan dihadiri oleh ratusan anak.

Kegiatan diselenggarakan oleh SYAM Organizer bekerjasama dengan lembaga terkait diantaranya ta'mir masjid Assalam, Baznas, Lazis Jateng, PPMI PD Semarang. Kegiatan diselenggarakan dalam rangka menyambut liburan sekolah, diharapkan liburan anak dapat diisi dengan kegiatan positif yang menambah ilmu dan wawasan anak tentang khazanah Islam.

Dalam penampilannya, Kak Kempho yang juga pengasuh Sangggar CerGam (Cerita dan Gambar) Semarang menampilkan kisah kepahlawanan Sholahudin Al Ayubi yang berhasil membebaskan Al Quds dengan ahlak peperangan Islam yang penuh teladan.     

Workshop Kewirausahaan Bagi Guru PAUD dengan materi Mendongeng yg diselenggarakan pada 5 Desember 2017 oleh Mitra Ars'86 bekerja sama dengan Ars'86 Care di UPTD Pendidikan Kec. Tegowanu Kab. Grobogan sekaligus mengenalkan Aplikasi Dunia Kanak-kanak (Dukan) sebagai salah satu bentuk kewirausahaan bagi guru PAUD.

Workshop menghadirkan pembicara dari PPMI PD Semarang Mohammad Kusyanto, ST, MT atau yang akrab disapa Kak Kus. Kak Kus yang juga pendiri Sanggar Istana Dongeng memaparkan tentang pentingnya kewirausahaan bagi guru PAUD. Dengan aplikasi Dukan yang dikembangkan oleh sanggar Istana Dongeng, setiap guru dapat berbagi ilmu kepada rekan sesama guru dan pecinta pendidikan di seluruh nusantara bahkan dunia. 

Kak Kus yang juga dosen senior di fakultas teknik Unisfat Demak dan juga kandidat Doktor ITB kembali menekankan bahwa teknologi dapat memudahkan kita dalam beraktifitas dan berbagi. Melalui aplikasi Dukan, guru bisa berbagi konten edukatif secara gratis dan juga berbayar.

Page 2 of 2