Setiap orang tua pastinya mendambakan anak-anak yang sholih-sholihah. Ya..karena anak merupakan investasi masa depan. Kita sebagai orang tua pastinya berharap doa dari anak-anak yang sholihah.  Ketika kita meninggal kelak, bukanlah harta yang kita bawa, namun amal kita selama di dunia yang kita bawa. Dan tentu, kalau kita punya anak sholih sholihah kita mendapatkan kiriman doa anak sholih sholihah sebagai salah satu amal yang tiada terputus. Sebagaimana diungkapkan dalam sebuah hadist:  “Jika seseorang meninggal dunia, maka terputuslah amalannya kecuali tiga perkara yaitu: sedekah jariyah, ilmu yang dimanfaatkan, atau do’a anak yang sholeh” (HR. Muslim no. 1631). Mendidik anak itu tidak bisa mendadak, karena mendadak itu tidak bisa mendidik. Perlu pembiasaan dan proses yang panjang. Proses pendidikan anak yang sesungguhnya, bukanlah hanya sekedar lewat pendidikan yang ada di sekolah, melainkan orang tua mengambil peranan yang sangat penting, karena sejatinya pendidikan anak itu adalah tanggung jawab orang tua.

Ada beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam proses pendidikan anak oleh orang tua, diantaranya:

KETELADANAN

“Children see , children do”, bahwa anak melihat dan melakukan. Anak-anak secara otomatis akan banyak melakukan apa yang biasa mereka lihat. Maka, disinilah pentingnya keteladanan atau contoh. Perintah tanpa keteladanan itu tak ada gunanya. Misalnya, orang tua memerintahkan untuk sholat, tapi orang tuanya tak pernah sholat, maka jangan harap mempunyai anak yang rajin sholat. Untuk menjadikan generasi sholih sholihah berawal dari orang tua yang sholih dan sholihah. Jadilah orang tua yang mampu memberikan keteladanan terbaik untuk anak-anaknya dirumah.

POLA ASUH ANAK

Perkembangan anak sangat dipengaruhi banyak hal.  Salah satunya adalah lingkungan dan pola asuh orang tua dalam mendidik anak.  Tanpa pemberiankasih sayang yang baik maka potensi anak tidak akan mampu berkembang secara baik.  Kasih sayang orang tua sangat mempengaruhi kecerdasan anak terutama ketika anak memasuki usia emas mereka.  Interaksi yang baik antara orang tua dengan anak akan mampu mengoptimalkan segala kemampuan yang dimiliki anak. Tapi sayangnya saat ini para orang tua banyak yang ‘mengabaikan akan pentingnya interaksi orang tua dengan anaknya’.  Terutama untuk para orang tua yang dua-duanya mengejar karier dan lebih mempercayakan pengasuhan anaknya kepada orang lain.  Padahal ikatan batin antara orang tua dengan anak akan bisa terjalin dengan erat manakala hubungan keduanya terdapat kegiatan interaksi yang berkesinambungan dan komunikasi yang baik.

Salah satu yang mesti kita perhatikan dalam mendidik anak pada usia emasnya atau Golden Age adalah pola asah, asih dan asuh.   Antara pola asah, asih dan asuh memiliki karakteristik dan definisi sendiri-sediri dan saling berkaitan. Pola Asah (Mengasah) Pola asah anak adalah upaya kegiatan untuk merawat anak yang bertujuan untuk mengasah dan merangsang segala kemampuan yang dimiliki anak dan memunculkan bakatnya yang masih tersimpan yang dilakukan secara konsisten dan berkisanambungan.  Hal yang bisa dilakukan dalam mengasah kemampuan anak adalah dengan memberikan pola pendidikan dan pembelajaran. Pola Asih (Mengasih/Memberi) Penerapan pola asih yang baik kepada anak akan memperkuat hubungan batin antara orang tua dan anak.  Hubungan batin yang kuat akan memupuk rasa kasih sayang antara anak, orang tua dan antar sesama.  Berikan pujian, penghargaan, kasih sayang pengalaman baru, rasa tanggung jawab dan kemandirian kepada anak.  Pola asih yang benar kepada anak akan mampu untuk memaksimalkan perkembangan kecerdasan emosi anak. 

Salah satu hal yang bisa diberikan orang tua kepada anak adalah dengan memberikah kisah. Kisah-kisah teladan akan memberikan banyak pesan kebaikan kepada sang anak,  selain itu sebagai sarana berinteraksi antara orang tua dan anak. Pola Asuh (Mengasuh) Pola asuh kepada anak adalah kegiatan membesarkan anak yang berkaitan dengan cara merawat anak dalam kehidupan sehari-hari.  Baik itu yang berhubungan dengan asupan gizi, kebutuhan tempat tinggal hidup yang layak, pakaian yang bersih dan nyaman serta kebutuhan akan kesehatan anak.   

DOA ORANG TUA

Salah satu doa yang mustajab adalah doa orang tua kepada anak-anaknya. Tentu sebagai orang tua harusnya tak lupa selalu mendoakan putra putriya, minimal seusai sholat. Sebagaimana doa Nabi Ibrahim:   رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلاَةِ وَمِن ذُرِّيَّتِي رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاء “Ya Tuhanku, jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan shalat. Ya Tuhan Kami, perkenankanlah doaku.” (QS. Ibrahim: 40) Atau doa yang lain misalnya “Rabbi habi minas sholihin.” (QS As Shaffat : 100) Artinya : Ya Allah, jadikanlah anak-anakku menjadi anak-anak yang sholih. Pada intinya doakan putra putri kita, tak harus menggunakan bahasa Arab, bahasa Indonesia atau bahasa Jawa sekalipun tak masalah, karena memang doa orang tua adalah menjadi dampak positif kepada anak-anak kita.   Mari kita  terus memperbaiki kualitas kita sebagai orang tua dan mencoba memberikan keteladanan, pola asuh dan doa terbaik untuk anak-anak. Semoga kelak bisa tumbuh menjadi generasi yang sukses yang sholih sholihah. Aamin.

Muhammad Mansur, M.Pd.I (Kak Mansur)-Ketua PPMI Jawa Barat

 

Sumber gambar : https://palembang.tribunnews.com/2017/06/18/wahai-istri-jika-ingin-anak-soleh-jangan-sepelekan-hal-ini-semua-ada-didirimu