Setiap orang tentu pernah marah, termasuk anak-anak kita. Kadang kita menjadi kaget ketika anak kita marah-marah sambil mengucapkan perkataan jelek. Bagaimana kita mesti menghadapi kemarahan anak?

  1. Jangan mudah terpancing. Perlu dipahami, kemarahan anak adalah cara memancing emosi orang tua. Jika berhasil tentu anak akan suka mengulanginya.
  2. Kita mesti memahami, anak marah itu hal yang wajar. Perkataan kasar anak tidak perlu dimasukkan dalam hati. Itu hanya luaoan emosi sehingga lisan tidak terkendali. Jadi tak perlu menanggapinya dengan kemarahan pula. Berdoalah dalam hati.
  3. Jika anak berteriak, "Bapak jahat, ibu nakal." kita tak perlu membalas dengan bilang, "Kamu yang nakal, tak nurut sama orang tua." Tak perlu juga memberi ancaman: "Awas kalau kamu bilang ayah/bunda nakal  kami nggak bakal dibelikan bakso. Tanggapan semacam itu bisa membuat anak semakin semangat untuk marah.
  4. Mari kita beri teladan bagaimana seharusnya mengendalikan emosi. Kemarahan anak tak perlu ditanggapi dengan emosi. Bersabarlah. Dekapan hangat, sapaan lembut, sikap ramah bisa menjadi lebih berarti dari pada omelan tak karuan atau sikap tak bersahabat. Anak akan belajar dari keteladanan dan kesabaran kita.
  5. Kita bisa memberi contoh menahan marah dengan diam. Kita harus menebalkan telinga. Juga menguatkan hati sambil mengoreksi diri jangan-jangan kita memang berbuat salah yang membuat anak marah.
  6. Menasehati anak pada saat marah jelas tidak efektif. Cari kesempatan yang baik dan tepat untuk menanamkan nilai luhur dan dialog tentang untung ruginya marah. Ingatkan bahwa Rasulullah pernah berpesan, "Jangan marah maka bagimu surga,"  (HR Ath-Thabrani). Yang pasti, mari kita kendalikan marah agar cinta kita kepadta anak-anak tetapindah. Kesabaran kita menghadapi kemarahan anak akan meneguhkan diri kita sebagai insan yang bertaqwa. Di antara tanda orang yang bertaqwa adalah ". ..menahan marah dan memaafkan kesalahan orang lain..." (QS. Ali Imran: 134). Jadi intinya, jika anak-anak marah, mari kita kendalikan marah kita dan anak-anak dan maafkanlah mereka. Semoga dengan demikian, suasana tetap tentram, hubungan tetap nyaman.

 Sumber gambar : https://woazy.com/2018/10/22/16-puisi-untuk-ayah-yang-indah-dan-mengharukan/

 

Kak M. Sutrisno

Ketua 1 PP PPMI

Ketua Tim Konsultan Dakwah PW PPMI DIY