Ummu mahjan adalah wanita muslim yang miski dan berkulit hitam, tinggalnya di Madinah.
Ummu Mahjan orang yang cinta dengan kebersihan, setiap hari selalu membersihkan dedaunan dan menyapu halaman masjid sehingga masjid itupun selalu terawat, beliau melakukannya sampai wafat.

Suatu pagi Rasulullah merasa kehilangan dan menayakan kepada para sahabat tentang keberadaan Ummu Mahjan.
Para sahabat mengatakan jika semalam Ummu Mahjan telah meninggal dunia, para sahabat tidak berani membangunkan karena Rasulullah sedang tidur sehingga para sahabat tidak tega membangunkannya

Lalu Rasulullah minta diantarkan kemakamnya lalu mensholatinya di sana
"... dan Allah benar-benar akan memberikan cahaya karena sholat yang aku lakukan atas mereka. " Sabda Rasulullah.

“LAA TAHZAN INNALLAHA MA`ANA”

Bismillahirrohmanirrohiim Suatu ketika Abu Bakar gemetar, wajahnya pucat dengan pahanya sebagai tumpuan Rosulullah SAW Abu Bakar tak bergerak sedikitpun , takut sang Nabi terbangun sementara tangannya kesakitan karena digigit ular , sedangkan jiwanya bergemuruh gemetar ketakutan karena pasukan kafir kurang sejengkal lagi bisa mengepung mereka berdua dan mereka tak lagi bisa keluar, bila mereka keluar , pastinya mereka akan tertangkap , tak terasa meneteslah air mata Abu Bakar. Pria lembut itu didera ketakutan. Hingga air matanya menetes ke pipi sang nabi, Nabipun terbangun dan mengatakan “ jangan takut wahai sahabatku , Allah bersama kita “ Benarlah ucapan sang Nabi, pintu gua tertutup sarang laba – laba, hingga pasukan kafir mengira taka da orang di dalam gua. Kurang setapak saja mereka akan menemukan Rosulullah dan Abu Bakar, tapi Allah melindunginya dengan cara yang tak pernah kita bayangkan.

Masyaallah, seringkali Allah menolong kita dengan cara yang tak pernah kita duga, tak pernah kita fikirkan dengan cara yang begitu indah, hanya saja terlalu sering kita kurang bersabar, ingatlah pesan ibnu Qayyim, sabar adalah taman kesejukan diantara usaha yang maksimal dan tawakkal yang sepenuhnya. Setiap manusia pasti akan mendapatkan cobaan karna dunia fana yang sifatnya sementara ini adalah tempat dimana manusia ditempa dan diberikan ujian oleh Allah untuk mengetahui tingkat keimanan kita, seringkali orang mengeluh dan suudzon pada Allah dan menafikan semua nikmat yang Allah berikan padanya. Manusia hidup pasti diberikan cobaan masing masing sesuai kekuatanya, ada yang diuji secara ekonomi, diuji sakit, diuji oleh buah hati yang tidak berbakti, duji istri atau suami, dll, terlepas itu semua seharusnya kita bersyukur dengan ujian yang Allah berikan karena dengan ujian tersebut artinya Allah masih sayang kepada kita, Allah memberikan ujian kepada kita agar kita lebih dekat padaNYA.

Allah telah berfirman “ Ud`unii Astajib Lakum” saat kita berdoa , bermunajat pada Allah agar kita dekat padanya , karna tidak ada tempat bersandar yang paling kokoh kecuali Allah Taala. Dengan cobaan yang diberikan oleh Allah, ibarat anak kecil, kita ini sekolah di dunia, untuk mencapai kelulusan dan nilai tertinggi berarti kita harus ujian dulu, mendapat nilai terbaik kemudian kita lulus.manusia juga demikian untuk mendapatkan syurganya Allah maka kita harus melewati berbagai ujian yang Allah berikan.maka jangan bersedih dan putus asa jika kita sedang diuji, karna dibalik ujian yang pahit pasti aka nada hikmah yang manis, jika kita dapat bersabar , bersyukur dan mengambil pelajaran dari ujian tersebut, ibarat besi semakin ditempa maka akan semakin tajam , karna semua ujian adalah pelajaran kehidupan yakinlah bahwa semuanya pasti akan berlalu. Sebuah ulasan yang cukup menarik dari ust. Oemar Mita , Lc, mengenai 2 kelompok manusia pada masa nanti di akhirat, mereka adalah ahlul Musibah dan Ahlul Aafiyah.

Ahlul Musibah adalah orang orang yang pada masa hidup di dunia selalu kena musibah , selalu diuji dengan macam macam hal, hidupnya sering susah sengsara berkepanjangan sementara Ahlul `Afiyah adalah orang yang pada masa di dunia segala kemudahan didapatkannya tanpa usaha yang berarti, pada saat hari perhitungan Allah perintahkan pada malikat agar menghisab ahlul musibah terlebih dahulu, lalu dengan cepat malaikat melaporkan pada Allah bahwa hisab mereka sebentar karna dosa dosa mereka sudah digugurkan lewat musibah dan ujian yang menimpa mereka saat mereka di dunia, maka Allah perintahkan agar memberikan ahlul musibah 3 hal : 1. Afiyah, kekuatan sebagai ganti kesusahan di dunia 2. Khoiron yaitu syurga 3. Manzilan Tempat yang tertinggi di Syurga Demikianlah jadi bagi orang yang sering diuji di dunia bukan karena Allah benci padanya, tapi karena Allah ingin ganti kesusahanya dengan nikmat di akhirat. Demikian pula dengan orang yang seringkali diberikan kemudahan , selau bersyukur dan jangan kufur karena semua ada imbalannya di akhirat kelak.

 

Sumber gambar : ngertiaja.com

Tersebutlah seorang Sholih yang mendapatkan hikmah dari Allah, kehidupannya senantiasa dalam bimbingan Allah SWT. Luqman juga seorang yang sabar dan juga senantiasa belajar. Luqman hidup pada jaman Nabi Dawud Alaihissalaam. Dia adalah seorang ayah berkulit hitam dari negeri Habasyah.

Pada suatu ketika, Luqman bertamu ke rumah nabi Dawud AS. Saat itu Nabi Dawud sedang merajut besi, dengan menggunakan tangannya, sangat asyik. Belum ada mesin seperti sekarang. itu dikerjakan sangat teliti, sehingga menjadikan keheranan Luqman AS. Luqman AS melihatnya dengan perasaan aneh, di kepalanya banyak pertanyaan, penasaran. Tetapi sungkan mau bertanya takut mengganggu konsentrasi Nabi Dawud, dan rasa malu. “ Nabi Dawud bikin apa ya…” tanyanya dalam hati.  Luqman AS dengan sabar duduk di samping Nabi Dawud tanpa bertanya satu pun.

Dia menunggu sampai Nabi Dawud selesai mengerjakan pekerjaannya. Sampai akhirnya, Nabi Dawud selesai merajut dan mengenakannya sambil berkata:” Sebaik-baik baju perang adalah baju ini” Luqman AS merasa kagum dan berkata:” Diam itu termasuk hikmah, dan sedikit sekali orang yang melakukannya. Sebenarnya aku tadi hampir mau bertanya, apa yang kau buat gerangan, dan untuk apa. Sampai akhirnya Kau memperagakannya sendiri. Aku pun jadi tahu apa kegunaannya baju besi itu. Luqman AS, juga seorang yang pandai bersyukur akan nikmat yang telah  Allah berikan. Dia sangat faham sebagi makhluk ciptaan Allah Yang Maha Tinggi. Harus melaksanakan perintah Allah tanpa kompromi.

Luqman AS adalah seorang ayah yang bijak dan tegas membimbing anak-anaknya, agar bertqwa kepada Allah SWT. “Wahai anakku, janganlah engkau mempersekutukan Allah, sesungguhnya mempesekutukan Allah adalah benar-benar kedzaliman yang besar”. Mengajak anak-anaknya mempercayai Keesaan Allah, tidak mempersekutukannya dengan keduniaan. Karena itu perbuatan syirik dan akan mendapat dosa besar. Apa yang dikerjakan oleh manusia adalah tanggung jawab masing-masing, tidak boleh menyalahkan orang lain.  Begitu juga agar senantiasa berbuat baik kepada orang tua, kepada ibunya yang telah susah payah mengandungnya, menyusuinya dan menyapihnya. Agar selalu berbuat baik kepada orang tua meskipun selisih paham. Harus tetap bertutur kata lembut bahkan sekadar berkata “ah” saat dipanggil. Tetapi apabila orang tua mengajak kepada perbuatan yang syirik atau menyekutukan Allah kita wajib menolaknya dengan lembut.

Nasehat kepada anaknya agar senantiasa berbuat baik kepada siapapun, kepada makhluk Allah. Karena perbuatan baik sekecil apapun, ibarat sebesar biji sawi, Allah kan menggantinya dengan pahala. Namun apabila perbuatan keji dan mungkar Allah akan membalasnya jua. Sesunggunya Allah Maha Halus dan maha Teliti. Semua tidak akan lepas dari pandanganNYA, ntah yang di dalam perut bumi maupun yang ada di langit. Wasiat Luqma AS kepada anak-anaknya adalah menyuruh manusia berbuat baik yang makruf dan cegah yang mungkar, ini adalah jalan akidah dan tauhid. Benahi diri dulu baru mengajak orang lain. Bersahaja lebih baik, karena Allahlah yang maha kaya. Tidak sombong.   Demikian kisah Seorang ayah bernama Luqman, yang namanya ada dalam surat di Al Quran urutan ke 31. Semoga kita dapat meneladaninya. Sekian terima kasih,Alhamdulillahirobbil’aalaamiin. Wassalamu’alaikum .  

Gaya Bicara Rasulullah

Ketika Istri Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengatakan, “Perkataan Rasulullah itu selalu jelas sehingga bisa dipahami oleh semua yang mendengar”Memberikan pelajaran hidup kepada mereka yang “pekerjaannya berbicara” bertutur atau berkisah, hendaklah mengambil cermin nyata bagaimana adab Rasulullah bicara. Bukan hanya mengerti tetapi lebih penting dari itu, yaitu mereka cinta dan bergegas berbuat kebaikan.Gaya bicara Rasulullah tidak sekedar bicara.Kata-katanya laksana mutiara.Sedikit terucap namun indah, berisi dan sarat makna.Keluarga dan para sahabat yang berdekatan dengan beliau tentu sedikit banyak melihat cara Nabi ketika bertutur kata.Baik saat  menyampaikan wahyu Ilahi atau tatkala menyapa para sahabatnya di masjid. Bahkan ketika bergurau. Hasan bin Ali ra. Meriwayatkan, “Pamanku, Hindun bin Abi Halah menjelaskan cara Rasulullah berbicara sebagai berikut, “Rasulullah selalu menekankan pentingnya untuk selalu mengingat masalah kehidupan di akhirat. Jika beliau berbicara, beliau tidak pernah berbicara tanpa keperluan. saat berbicara, dari awal sampai akhir beliau sangat berhati-hati. Beliau tidak bicara sepotong-sepotong.

Beliau juga menggunakan kata-kata yang tepat dan mengena, serta menggunakan kata-kata yang ekspresif.Beliau tidak pernah berkata kasar maupun dengan nada menghina atau merendahkan.Beliau akan mengucapkan Puji syukur yang tinggi atas Rahmat atau karunia yang diterima, sekecil apa pun itu. Beliau tidak pernah mengutuk atas makanan namun tidak pula terlalu memuja-mujanya.”Rasulullah tidak banyak bicara, kata-katanya singkat dan tidak banyak kata.Aisyah ra. Berkata, “Jika Rasulullah berbicara sesuatu, andaikan ada yang menghitung kata-katanya, maka akan dapat menghitungnya.”(HR Bukhari Muslim)Jika ada pembicaraan yang penting, Rasulullah selalu mengulang-ulangnya. Anas bin Malik ra. berkata, “Rasulullah mengulang kata-katanya sampai tiga kali agar bisa dipahami.” (HR. At-Tirnidzi)

Kata-katanya jelas dan tidak tergesa-gesa dalam berbicara.Aisyah ra. berkata, “Rasulullah tidak berbicara seperti kalian ini (cepat-cepat dalam berbicara). Akan tetapi, jika  berbicara maka beliau berbicara dengan perkataan yang jelas, jelas batasannya. Sehingga orang yang duduk di samplingnya dapat menghafal apa yang dikatakannya.” (HR. At-Tirmidzi)Meskipun tidak banyak, semoga cukup menggambarkan keseharian Rasulullah dalam berbicara. Mari kita coba gaya bicara beliau.Semoga Allah mampukan kita untuk bisa meneladani beliau dalam hal berbicara.Amatir Amanti dan Tiru.Semoga manfaat

Diambil dari buku “Jitu Bicara Hebat : POINT Positif - Inspiratif”

Ditulis ulang oleh : Kak Iin

BIDADARI BESI (Khaulah binti Azur)

Khaulah binti Azur sejak kecil sangat rukun dengan kakaknya Dhirar bin Azur. Mereka saling menyayangi. Khaulah tumbuh menjadi gadis yang cantik dan berakhlaq mulia, tetap punya keberanian dan kemauan yg kuat.Kemauan yang kuat dan kasih sayangnya pada sang kakak teruji ketika datang berita bahwa Dirar bin Azur yang tergabung dalam barisan mujahid , di tangkap Tentara Romawi Timur. Hati khaulah gelisah memikirkan nasib sang kakak. Maka di carilah jalan untuk tahu dimana kakaknya tertawan dan bergabunglah Khaulah dengan Pasukan Muslim yang di pimpin oleh Khalid Bin Walid, tanpa sepengetahuan beliau.

Saat Khalid bin Walid yang tengah memimpin pertempuran pasukan muslim melawan Romawi Timur, beliau terperangah saat melihat sepak terjang seorang prajurit berkuda. Gerakannya sangat lincah dalam menghantam barisan musuh.

Khalid terpesona dan berkata : " Andai ada beberpa orang segagah dia pasti dengan cepat musuh dapat dibuat tercerai berai." Khalid pun memberi komando : " Ayooo, kita bantu dia....!"

Sambil bertempur bersisian Khalid bertanya pada sang ksatria berkuda itu :" Saudara, kami kagum dengan keberanian anda siapakah anda gerangan ?"

Tanpa membuka penutup wajahnya prajurit tadi menjawab :" Saya khaulah binti azur , adik perempuan dari Dhirar bin Azur. Saya ingin membebaskan kakak saya yang tertawan oleh musuh. "

Tentu saja Khalid Bin Walid terkejut dengan keberanian dan semangat Khaulah yang ternyata seorang Muslimah. Beliau pun mengobarkan semangat pada pasukan tentara Islam. 

Berkat keberanian Khaulah, Prajurit muslim menjadi terbakar semangatnya dan dengan pekik takbir mereka berhasil mencerai beraikan barisan musuh. Khalid bin Walid pun mengutus Rafi bin Umairah untuk mengejar rombongan yang menawan Dhirar , khaulah pun ikut dalam barisan tersebut. Di lembah Salimah akhirnya romobngan Tentara Romawi di temukan dan mereke berhasil menemukan serta membebaskan  Dhirar bin Azur. Itulah kisah keberanian Sang Bidadari Besi Khaulah binti Azur .  

Sumber :  Buku : Kisah2 Tak TerlupakanKarya : Eka WardhanaPenerbit ; Rumah Pensil Publisher .Bandung Halaman : 28

Sumber gambar: https://images.app.goo.gl/11riUuXP8xCdKF928 dan https://images.app.goo.gl/9TGGz3ZMktKsiayH6

Page 2 of 4