ZAINAB AL-KUBRA  

Membaca sirah Beliau membuat air mata mengalir, bagaimana tidak Beliau adalah wanita yang tegar dalam penderitaan terlebih tegar dalam memegang kuat aqidahnya.    Zainab Al-Kubra adalah putri dari manusia paling agung, contoh tauladan seluruh ummat, Rasulullah SAW dengan Ummul Mukminin, wanita paling mulia pula, Ibunda Khadijah RA.  Lahir dan besar dalam asuhan orang tua yang hebat dengan akhlaq al-Quran, menjadikan Zainab Al-Kubra tumbuh menjadi sosok wanita dengan perangai yang terpuji   Kecintaan dan kesetiaannya pada suaminya patut dicontoh oleh semua kaum wanita. 

Tetapi cintanya kepada Islam yang melebihi kecintaannya kepada suaminya adalah hal yang lebih patut untuk di teladani   Ketika Ayahnya, manusia paling agung di angkat Allah menjadi Rasul, Zainab beriman dan mengikuti agama ayahnya. Tetapi tidak demikian dengan suaminya, Abul 'Ash bin Ar-Rabi' Karena kecintaannya kepada Islam, Zainab yang saat itu sedang hamil rela meninggalkan suaminya dan berhijrah ke Madinah menyusul ayahnya.   

Enam tahun Zainab hidup dalam pengawasan ayahnya, Rasulullah SAW, selama itu pula Zainab tidak berhenti berdoa agar Allah berkenan melapangkan hati suaminya untuk menerima Islam sebagai agamanya.    Sampai suatu saat, ketika suaminya datang kepada Zainab meminta perlindungan dari Zainab atas barang dagangannya yang sudah di rampas oleh pasukan Islam, Zainab pun memberikan perlindungan kepada suaminya dan Rasulullah pun meminta keikhlasan para sahabat untuk mengembalikan barang rampasan itu.    Dengan lantaran melihat keagungan sifat Rasulullah SAW dan juga Zainab Al-Kubra inilah akhirnya Abul 'Ash bin Ar-Rabi' pun memeluk Islam Kebahagian pun meliputi hati Zainab Al-Kubra atas keimanan suaminya dan kembalinya suaminya kepadanya.