“LAA TAHZAN INNALLAHA MA`ANA”

Bismillahirrohmanirrohiim Suatu ketika Abu Bakar gemetar, wajahnya pucat dengan pahanya sebagai tumpuan Rosulullah SAW Abu Bakar tak bergerak sedikitpun , takut sang Nabi terbangun sementara tangannya kesakitan karena digigit ular , sedangkan jiwanya bergemuruh gemetar ketakutan karena pasukan kafir kurang sejengkal lagi bisa mengepung mereka berdua dan mereka tak lagi bisa keluar, bila mereka keluar , pastinya mereka akan tertangkap , tak terasa meneteslah air mata Abu Bakar. Pria lembut itu didera ketakutan. Hingga air matanya menetes ke pipi sang nabi, Nabipun terbangun dan mengatakan “ jangan takut wahai sahabatku , Allah bersama kita “ Benarlah ucapan sang Nabi, pintu gua tertutup sarang laba – laba, hingga pasukan kafir mengira taka da orang di dalam gua. Kurang setapak saja mereka akan menemukan Rosulullah dan Abu Bakar, tapi Allah melindunginya dengan cara yang tak pernah kita bayangkan.

Masyaallah, seringkali Allah menolong kita dengan cara yang tak pernah kita duga, tak pernah kita fikirkan dengan cara yang begitu indah, hanya saja terlalu sering kita kurang bersabar, ingatlah pesan ibnu Qayyim, sabar adalah taman kesejukan diantara usaha yang maksimal dan tawakkal yang sepenuhnya. Setiap manusia pasti akan mendapatkan cobaan karna dunia fana yang sifatnya sementara ini adalah tempat dimana manusia ditempa dan diberikan ujian oleh Allah untuk mengetahui tingkat keimanan kita, seringkali orang mengeluh dan suudzon pada Allah dan menafikan semua nikmat yang Allah berikan padanya. Manusia hidup pasti diberikan cobaan masing masing sesuai kekuatanya, ada yang diuji secara ekonomi, diuji sakit, diuji oleh buah hati yang tidak berbakti, duji istri atau suami, dll, terlepas itu semua seharusnya kita bersyukur dengan ujian yang Allah berikan karena dengan ujian tersebut artinya Allah masih sayang kepada kita, Allah memberikan ujian kepada kita agar kita lebih dekat padaNYA.

Allah telah berfirman “ Ud`unii Astajib Lakum” saat kita berdoa , bermunajat pada Allah agar kita dekat padanya , karna tidak ada tempat bersandar yang paling kokoh kecuali Allah Taala. Dengan cobaan yang diberikan oleh Allah, ibarat anak kecil, kita ini sekolah di dunia, untuk mencapai kelulusan dan nilai tertinggi berarti kita harus ujian dulu, mendapat nilai terbaik kemudian kita lulus.manusia juga demikian untuk mendapatkan syurganya Allah maka kita harus melewati berbagai ujian yang Allah berikan.maka jangan bersedih dan putus asa jika kita sedang diuji, karna dibalik ujian yang pahit pasti aka nada hikmah yang manis, jika kita dapat bersabar , bersyukur dan mengambil pelajaran dari ujian tersebut, ibarat besi semakin ditempa maka akan semakin tajam , karna semua ujian adalah pelajaran kehidupan yakinlah bahwa semuanya pasti akan berlalu. Sebuah ulasan yang cukup menarik dari ust. Oemar Mita , Lc, mengenai 2 kelompok manusia pada masa nanti di akhirat, mereka adalah ahlul Musibah dan Ahlul Aafiyah.

Ahlul Musibah adalah orang orang yang pada masa hidup di dunia selalu kena musibah , selalu diuji dengan macam macam hal, hidupnya sering susah sengsara berkepanjangan sementara Ahlul `Afiyah adalah orang yang pada masa di dunia segala kemudahan didapatkannya tanpa usaha yang berarti, pada saat hari perhitungan Allah perintahkan pada malikat agar menghisab ahlul musibah terlebih dahulu, lalu dengan cepat malaikat melaporkan pada Allah bahwa hisab mereka sebentar karna dosa dosa mereka sudah digugurkan lewat musibah dan ujian yang menimpa mereka saat mereka di dunia, maka Allah perintahkan agar memberikan ahlul musibah 3 hal : 1. Afiyah, kekuatan sebagai ganti kesusahan di dunia 2. Khoiron yaitu syurga 3. Manzilan Tempat yang tertinggi di Syurga Demikianlah jadi bagi orang yang sering diuji di dunia bukan karena Allah benci padanya, tapi karena Allah ingin ganti kesusahanya dengan nikmat di akhirat. Demikian pula dengan orang yang seringkali diberikan kemudahan , selau bersyukur dan jangan kufur karena semua ada imbalannya di akhirat kelak.

 

Sumber gambar : ngertiaja.com