KHADIJAH RA ; SAAT ISTRI MENJADI PENYOKONG DA'WAH SUAMI

Kala itu Rasulullah saw pulang dari rutinitas kesehariannya yaitu berda'wah. Sang istri Khadijah ra yang sedang menyusi putrinya Fatimah hendak berdiri dan berjalan menuju pintu maksud ingin menyambut kedatangan sang suami. Dengan isyarat nya Rasul menyuruh Khadijah untuk duduk kembali karna terlihat betapa lelah nya ia menyusui Fatimah. Setelah beberapa lama, diambil lah Fatimah kecil dari pangkuan ibunya itu lalu beliau tidurkan di tempat tidurnya. Setelah itu Rasul berbaring meletakkan kepalanya diatas pangkuan istrinya.

Dimulailah percakapan antara dua manusia yang teramat mulia ini. Rasul bertanya pada Khadijah apakah dia tidak menyesal menjadi istri seorang utusan Allah yang masa hidupnya digunakan sebagai masa perjuangan da'wah menegakkan kalimah Allah. Waktu, tenaga bahkan harta seakan tersita karna perjuangan ini. Ya sebagaimana kita tahu dalam sejarahnya bahwa Khadijah ini merupakan saudagar kaya raya dan sepertiga kekayaan kota Mekah adalah miliknya. Tapi tak ragu untuknya berkorban kekayaan yang dimilikinya demi kelancaran da'wah Rasulullaah.Mendengar pertanyaan suaminya itu, dengan tegas dan mantap ia menjawab "Sama sekali tidak wahai utusan Allah".

Apa yang harus disesali? Khadijah yakin apa-apa yang dibelanjakan dijalan-Nya akan mendapat keuntungan berlipat dan sungguh tak akan merugi."Justru aku yang menyesal saat ini. Sekarang aku sudah tidak punya apa-apa lagi untuk bisa membantu dan meringankan perjuangan da'wah mu wahai utusan Allah. Suamiku, jika aku mendahuluimu meninggalkan dunia ini dan aku telah dimakamkan. Jika suatu saat dirimu harus menyeberangi lautan untuk menunaikan da'wah tetapi saat itu tak ada yang bisa kau tumpangi, galilah kuburku ambillah tulang-tulangku dan rakitlah menjadi perahu dan teruskan perjalanan da'wahmu".

Maa syaa Allah betapa tingginya dukungan Khadijah pada da'wah Rasulullah, betapa besarnya cinta yang dimiliki untuk suaminya sehingga ikhlas dalam segala upayanya menyokong urusan - urusan kebaikan dan da'wah sang suami.Semoga kita bisa bercermin pada kemuliaannya ini. Pantaslah Rasul teramat mencintainya, Khadijah Radhiyallaahu 'anhaa.

 

Sumber gambar : nusagates.com