Gaya Bicara Rasulullah

Ketika Istri Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam mengatakan, “Perkataan Rasulullah itu selalu jelas sehingga bisa dipahami oleh semua yang mendengar”Memberikan pelajaran hidup kepada mereka yang “pekerjaannya berbicara” bertutur atau berkisah, hendaklah mengambil cermin nyata bagaimana adab Rasulullah bicara. Bukan hanya mengerti tetapi lebih penting dari itu, yaitu mereka cinta dan bergegas berbuat kebaikan.Gaya bicara Rasulullah tidak sekedar bicara.Kata-katanya laksana mutiara.Sedikit terucap namun indah, berisi dan sarat makna.Keluarga dan para sahabat yang berdekatan dengan beliau tentu sedikit banyak melihat cara Nabi ketika bertutur kata.Baik saat  menyampaikan wahyu Ilahi atau tatkala menyapa para sahabatnya di masjid. Bahkan ketika bergurau. Hasan bin Ali ra. Meriwayatkan, “Pamanku, Hindun bin Abi Halah menjelaskan cara Rasulullah berbicara sebagai berikut, “Rasulullah selalu menekankan pentingnya untuk selalu mengingat masalah kehidupan di akhirat. Jika beliau berbicara, beliau tidak pernah berbicara tanpa keperluan. saat berbicara, dari awal sampai akhir beliau sangat berhati-hati. Beliau tidak bicara sepotong-sepotong.

Beliau juga menggunakan kata-kata yang tepat dan mengena, serta menggunakan kata-kata yang ekspresif.Beliau tidak pernah berkata kasar maupun dengan nada menghina atau merendahkan.Beliau akan mengucapkan Puji syukur yang tinggi atas Rahmat atau karunia yang diterima, sekecil apa pun itu. Beliau tidak pernah mengutuk atas makanan namun tidak pula terlalu memuja-mujanya.”Rasulullah tidak banyak bicara, kata-katanya singkat dan tidak banyak kata.Aisyah ra. Berkata, “Jika Rasulullah berbicara sesuatu, andaikan ada yang menghitung kata-katanya, maka akan dapat menghitungnya.”(HR Bukhari Muslim)Jika ada pembicaraan yang penting, Rasulullah selalu mengulang-ulangnya. Anas bin Malik ra. berkata, “Rasulullah mengulang kata-katanya sampai tiga kali agar bisa dipahami.” (HR. At-Tirnidzi)

Kata-katanya jelas dan tidak tergesa-gesa dalam berbicara.Aisyah ra. berkata, “Rasulullah tidak berbicara seperti kalian ini (cepat-cepat dalam berbicara). Akan tetapi, jika  berbicara maka beliau berbicara dengan perkataan yang jelas, jelas batasannya. Sehingga orang yang duduk di samplingnya dapat menghafal apa yang dikatakannya.” (HR. At-Tirmidzi)Meskipun tidak banyak, semoga cukup menggambarkan keseharian Rasulullah dalam berbicara. Mari kita coba gaya bicara beliau.Semoga Allah mampukan kita untuk bisa meneladani beliau dalam hal berbicara.Amatir Amanti dan Tiru.Semoga manfaat

Diambil dari buku “Jitu Bicara Hebat : POINT Positif - Inspiratif”

Ditulis ulang oleh : Kak Iin