By bunda Irma Mukmillah Ridwan (PPMI JABAR)

Siapa yang tak kenal Abu Hurairoh?. Salahsatu sahabat mulia yang paling banyak mencatat hadist Kanjeng Rosululloh SAW.  

Awalnya Rosululloh SAW memberi julukan Abu Hir yang kemudian lebih populer dengan nama Abu Hurairoh atau bapaknya para kucing.  

Dikisahkan..  Abu Hurairoh punya baju yang lengan bajunya lebar, dan dia suka memasukkan kucing kecil ke lengan bajunya itu.  Sejak itulah dia sering di sebut Abu Hurairoh  (Bapak nya para kucing).

Rosululloh SAW pernah memberitahukan kepada para sahabat bahwa ada seorang wanita yang masuk neraka gara gara kucing.  Nabi mengatakan bahwa wanita itu tidak memberi makan kucing yang di ikatnya dan dia tidak melepas kucing itu agar mencari makanan sendiri. Dengan kata lain menyiksa.  

Dari kisah diatas menjadi inspirasi keluarga besar  kami untuk memelihara dan menyayangi kucing.

Masuk syurga karena kucing?... Mengapa tidak??

Selain itu yang membuat   semua anggota keluarga Bani Ahdan dan bani Bahruddin menyukai dan menyayangi kucing karena pengalaman  kakek saat Indonesia belum merdeka.  

Kakek Ahdan (kakek buyutnya Dzikya) bercerita kalau kakaknya yang kami panggil  Aki H Bahruddin  punya kisah unik dengan kucing.  
Pada zaman penjajahan  Belanda Aki termasuk orang yang di incar oleh Belanda, mengingat salahsatu action Aki mengajarkan ilmu agama Islam kepada santri santri nya.  

Semua anggota keluarga sempat di ungsikan. Yang dirumah saat itu hanya Aki saja. Dan benar saja Belanda mengepung rumah Aki. Aki yang Qodarulloh punya ilmu bersembunyi di langit langit rumah,  jadi  Aki bisa merayap seperti cicak dan menempel diatas langit langit rumah. (Rumah orang sunda mah ada langit langit nya tidak seperti rumah di Jawa, banyak yang langsung genteng tanpa langit langit seperti rumah mbah nya Dzikya dari pihak ramanya  di Ponorogo ).  

Baik kembali ke kisah Aki.
Ketika Belanda masuk rumah Aki,  Aki yang menempel di langit langit rumah tak henti hentinya berdo'a dan melafalkan ayat suci Alquraan.  Belanda marah karena tidak menemukan Aki padahal Aki melihat mereka dr langit langit.  Dengan mata kepala sendiri Aki melihat isi  rumah di obrak abrik oleh Belanda. Dan  sebelum  Belanda meninggalkan rumah Aki, mereka (kata Aki sekitar 4 orang)  menembakkan senapannya secara membabi buta hingga salahsatu peluru kena kaki kanan Aki.

Ketika Belanda sudah menjauh dan dirasa aman, dengan menahan rasa sakit yang luarbiasa Aki turun dari langit langit. Darah segar mengucur tak henti,  pertolongan Allah pun datang, Allah Sang Maha Penyayang menggerakkan seekor kucing jantan,  kucing  itu menghampiri Aki yang mengerang kesakitan, lalu kucing tersebut  menjilati luka kaki Aki yang kena tembakan.

Masih kata Aki  berselang 3-4 hari luka di kaki Aki sembuh... Masya Allah.

Sejak itulah Aki bersumpah akan  menyayangi kucing dimanapun berada.  Bahkan salah satu wasiat beliau (Aki wafat bulan Mei  thn 92 saat saya mau Ujian SMA) agar semua anak, cucu dan buyut harus memelihara dan  menyayangi kucing dimanapun berada.
Saat wafat selain  meninggalkan kami Aki pun meninggalkan sekitar 23 ekor kucing peliharaannya.

Sekarang bani Bahruddin dan bani Ahdan  yang tersebar dibeberapa kota  semuanya penyuka kucing. Tak jarang  bani Bahruddin dan bani Ahdan  yang berjenis kelamin perempuan (termasuk saya) sering mendapat julukan Ummu Hurairoh.

Dan hari ini  kami  senantiasa bersyukur karena Allah mengizinkan memiliki kucing yang lucu nan menggemaskan,  yang suka duduk manis ketika saya mengajar di madrasah,  ikut berlari  menghantarkan kami sholat di Masjid. Dan menunggu kami dengan setia di gerbang saat kami pulang dari manapun.  

Ya Allah semoga apa yang kami lakukan terhadap mahkluk mu yang comel itu Engkau catat sebagai salahsatu amal sholeh kami.  Aamiin