Al Qur’an sumber Kisah Teladan

*Si TAMPAN dan Si GAGAH*

Guru dan Pembina kami @salimafillah

“Surat Yusuf dibuka Allah dengan kalimat, ‘Nahnu Naqushshu ‘Alaika Ahsanal Qashash’, Kami ceritakan padamu sebaik-baik kisah”, tutur Brother Nouman Ali Khan di hadapan Syaikh Fahd Salim Al Kandary. “Dan bukankah di dalam Al Quran ada Surat Al Qashash? Maka apakah hubungan di antara keduanya?”

Ya.

Surat Yusuf mengisahkan seorang anak yang dibuang ke dalam sumur. Surat Al Qashash menceritakan seorang bayi yang dilarung ke dalam Sungai Nil.

Surat Yusuf menyebutkan sebab dibuangnya adalah bisik-bisik syaithan kepada sekelompok saudara sang bocah yang diamuk dengki. Surat Al Qashash mempersaksikan bahwa si mungil itu dibuang atas bimbingan wahyu Allah.

Surat Yusuf mengisahkan bahwa para kakak lelaki adalah sebab perpisahan dengan orangtua. Surat Al Qashash menceritakan bahwa kakak perempuan adalah sebab pertemuan kembali sang bayi dengan si ibu yang kan menyusui.

Surat Yusuf fokus menggambarkan sang Ayah; sedihnya, tangisnya, aduannya kepada Allah, bahkan sejak sang bocah mengisahkan mimpi yang dia tahu akan menyebabkan masalah jika didengar anak-anaknya yang lain. Surat Al Qashash konsentrasi melukiskan Sang Ibu; dukanya, galaunya, doanya; sejak dia melahirkan di suasana adanya Raja yang membunuh bayi-bayi, juga karena mimpi. 

Di Surat Yusuf kita bertanya, “Di mana ibunya?”, dan di Surat Al Qashash kita bertanya, “Di mana ayahnya?” Seakan keduanya bergabung memberi pelajaran berpasangan pada para ayah dan para ibu.

Dalam Surat Yusuf, perpisahan dengan ayah akan berlangsung bertahun-tahun lamanya. Dalam Surat Al Qashash perpisahan dengan sang ibu hanya akan terjadi beberapa saat saja.

Dalam Surat Yusuf, yang menemukan si bocah di pasar budak adalah seorang Pria Bangsawan, Al ‘Aziz. Dalam Surat Al Qashash yang menemukan si bayi adalah Sang Permaisuri, Imra’atu Fir’aun.

Kedua penemu, baik di Surat Yusuf maupun Surat Al Qashash sama-sama berkata, “‘Asaa an yanfa’anaa aw nattakhidzahu walada… Boleh jadi dia akan bermanfaat bagi kita, atau kita ambil saja dia sebagai anak.” Yusuf menjadi manfaat dengan dijadikan budak. Musa menjadi Pangeran dengan dijadikan anak.

Kedua anak itu akhirnya tumbuh dewasa, dan keduanya diuji oleh Allah. Yusuf diuji di dalam istana tuannya, dengan ujian nafsu syahwat. Musa diuji di luar istana ayah angkatnya, dengan nafsu amarah.

Yusuf tidak bersalah dalam peristiwa yang menimpanya, sedang Musa dalam Surat Al Qashash bersalah hingga membunuh dalam kejadian yang dialaminya. Keduanya punya saksi. Saksinya Yusuf meringankannya dengan menunjuk baju yang sobek di belakang. Saksinya Musa justru menariknya untuk khilaf nyaris kedua kalinya. Tapi akhirnya Yusuf yang tak bersalah justru masuk penjara, sementara Musa yang bersalah lolos melarikan diri ke Madyan.

Kisah Yusuf bermula di luar Mesir, dan berakhir di Mesir. Kisah Musa bermula di Mesir, dan berakhir di luar Mesir.

Masyaallah. Saya tulis tadabbur menakjubkan ini dalam bahasa bebas dengan penambahan dengan pengurangan, dengan ketakjuban Syaikh Fahd Al Kandary yang telah menghafal Al Quran sejak usia 15 tahun.

Tabaarakarrahman, aktsarallaahu amtsalak ya Ustadz Nouman Ali Khan.

Dari kaitan kisah Si Tampan Yusuf dan Si Gagah Musa, tiadakah kita tergerak untuk kian menyimak kisah dan perumpamaan dari Kitab yang menakjubkan? 

*Al Qur’an petunjuk bagi orang yg Bertaqwa yg tiada keraguan atas nya*

#Orang tua/Guru Cinta Qur’an

#Orang tua/Guru Berkisah

#Indonesia Berkah

Untitled

​KADER PPMI WAJIB MEMPERTEBAL KEKUATAN RUHIYAH

06:21 @Reportase :

di tulis oleh Kak Puput

Juru Kisah Muslimah PPMI Jatim
*PPMI* mencetak kadernya bukan sebagai pencerita biasa. Tapi lebih dari itu. *Kader PPMI* adalah para da’i-da’iyah yang diharapkan dapat menyuburkan dakwah kisah sebagai upaya membentuk akhlak mulia anak-anak Indonesia sejak dini.
*Berkisah menjadi salah satu ciri pencerita PPMI* saat perform dihadapan audien. Berkisah ialah menyampaikan cerita yang pernah dinashkan oleh Allah dalam Al Quran. Ini mengajarkan nilai-nilai moral yang baik pada anak lewat keteladanan tokoh dalam kisah.

Tokoh-tokoh yang diangkat pun bukan tokoh imajiner, tapi mereka nyata. Seperti para nabi, sahabat dan sahabiyah yang memiliki mental pejuang. Cerita seperti inilah yang seharusnya disampaikan kepada anak-anak sebagai pengenalan idola sejati sejak dini.

Karena Juru kisah bukan sekadar pencerita biasa, atau pendongeng. *Maka sebagai juru kisah harus memiliki kekuatan ruhiyah, shalat tahajudnya dan amalan-amalan taqorub Ilallahnya harus terjaga, agar yang disampaikan kepada anak-anak memiliki ruh atau bernyawa*

Kak Bimo PPMI

_Dewan Syuro_

Jurukisahppmi.org

#Indonesia Berkisah

#Indonesia Berkah

State Of Commitment PPMI

​Bismillahirrahmanirrahim

Asyhadualla illaha illallah, Wa asyhadu Anna Muhammadar Rasulullah

Menyadari dengan sepenuh hati, bahwa berkisah adalah bagian dari sunnah dalam agama Islam,  bahwa berkisah berarti meneruskan mata rantai dakwah dan tarbiyah Rasulullah SAW, maka kami Juru Kisah Persaudaraan Pencerita Muslim Indonesia,  Bertekad bulat, untuk mengambil peran dalam tugas mulia ini. Dengan tujuan semoga dgn gerakan berkisah qurani, Nabawi dan sejarah ini, akan lahirlah generasi Beriman dan bertaqwa, serta berakhlak mulia di seluruh  penjuru juru bumi Pertiwi Indoinesia, hingga Allah berkenan membukakan pintu-pintu keberkahan dari langit dan bumi, serta kebahagiaan kepada negeri ini.

Inilah deklarasi kami, sekumpulan putra-putri Pertiwi, yang turut mengambil peran dalam memajukan bangsa negara ini….semoga Allah meridhoi, menjaga dan menolong perjuangan kami.

Kak N.H.Bambang Bimo Suryono

Dewan Syuro PPMI

Wabillahi Taufiq wal hidayah, war ridho wal Inayah

Persaudaraan Pencerita Muslim Indonesia

PPMI berusaha menjadi mitra anak, orang tua dan pendidik untuk menghidupkan  kisah Qur’an dan Hadits

Oleh: Dr. Jasim Muhammad Al-Muthawwa’
Ketika kita menyimak kisah. Kita berada dalam puncak fokus, tenggelam dalam alur ceritanya, kemudian penasaran ingin mengetahui endingnya. Karena pengaruh kisah terhadap jiwa dan nalar sangat kuat dari pada sekedar maklumat.
Siapa yang mengkaji Al-Qur’an akan mendapati sepertiga dari isinya adalah kisah. Karena kisah materi pendidikan penting yang memberikan efek dahsyat pada perilaku manusia dan pemikirannya, lebih-lebih jika di dalamnya ada unsur motivasi atau ada hal lucu. Kisah bisa memainkan imajinasi pendengar dan nalarnya secara tidak sadar.
Andai saya meminta pembaca sekarang menceritakan kembali kisah-kisah yang berpengaruh waktu kecil, tentu akan mengingatnya secara detail dan menceritakan banyak kisah. Karenanya, ulama kita bertutur, “Kisah adalah tentara dari tentara-tentara Allah yang bisa menguatkan (iman) orang yang dikehendaki.”
Karena kisah mengandung banyak ibroh, pelajaran dan hikmah yang mempengaruhi nalar pendengar dan jiwanya. Lalu terpengaruh dan menyerap ide-idenya tanpa sadar. Seperti yang terjadi pada film dan drama yang menanamkan nilai pada nalar penonton, lalu nilai-nilai tersebut terinsert pada akalnya dan diterjemahkan pada perilakunya.
Kalau kita teliti film tersebut, kita dapati awalnya adalah kisah (skenario) yang ditulis kemudian di transformasikan pada materi informasi.
Karena itu, pada tulisan ini saya merekomendasikan kepada para orang tua beberapa kumpulan kisah. Kami menginvestasikan dalam rangka menanamkan nilai-nilai dan akhlak pada anak-anak kami, yaitu:15 kisah yang saya pilih berdasarkan kajian dan telah diujicobakan kepada anak-anak kami dan hasilnya baik dan positif.
Kisah-kisah ini diambil dari Al-Qur’an dan Sunnah Nabi. Keduanya adalah adalah referensi primer pendidikan untuk menyucikan jiwa dan mendidiknya.
Anak pada fase pertama lahir sampai usia 9 tahun sangat menyukai dunia binatang, baik dengan melihat, bermain, membicarakan atau mendengarkan kisah-kisahnya. Khayalannya yang luas berenang bersama kisah-kisah yang ia dengar, seakan-akan ia salah satu dari pahlawannya.
Disana ada 3 kisah penting untuk fase ini, yakni kisah Nabi Yunus dan ikan, kisah Nabi Musa dan ular, dan kisah Nabi Sulaiman dan burung hud-hud. Di dalamnya terdapat nilai-nilai penting yang bisa dipetik sang anak saat menyimak periwayatan kisah.
Dalam kisah Nabi Yunus fokus pada nilai melakukan amal kebaikan. Kisah Nabi Musa, orang jujur  akan mengalahkan pendusta walau pendusta memiliki kekuatan. Kisah Nabi Sulaiman fokus pada penyelamatan manusia dari orang-orang yang tidak menyembah Allah dan ajakan menyembah Allah semata, ini adalah pondasi iman dan tujuan penciptaan manusia.
Sedangkan usia 9 tahun ke atas, anak dalam fase ini akalnya bertambah matang. Anak menyukai dialog dan diskusi. Begitu pun usia persiapan fase baligh. Kami sarankan di fase ini kisah-kisah yang mengajarkan adab komunikasi, motivasi, menjaga kehormatan diri dan menahan syahwatnya.
Ada 3 kisah yang sesuai dengan anak fase ini, yakni kisah Nabi Ibrahim dengan ayahnya, kisah Nabi Yusuf dengan istri al-Aziz, dan kisah Dzulqarnain. Kisah Nabi Ibrahim fokus pada pentingnya menjaga adab dan menghormati orang yang lebih tua dan orang tua saat berdialog. Kisah Nabi Yusuf, orang yang sukses dan menang dalam hidup adalah orang yang sabar menghadapi fitnah-fitnah. Begitu pun orang yang menjaga diri yang tidak tergelincir pada syahwat akan dicintai Allah dan diangkat derajatnya. Sedangkan kisah Dzulqarnain, pentingnya beramal, sikap produktif dan menjauhi kemalasan, serta motivasi untuk melakukan amal jama’i dalam proyek membangun bendungan.
Inilah 6 kisah dalam Al-Qur’an, kami sarankan kepada orang tua untuk mengulang-ngulang kisah ini lebih dari sekali. Anak senang pengulangan dan tidak bosan, karena kalau kita perhatikan anak menonton film kartun lebih dari sekali. Karena setiap kali menonton anak akan fokus pada sisi yang berbeda.
Sedangkan kisah-kisah dari hadits. Kami merekomendasikan orang tua untuk anak usia dini hingga usia 9 tahun, tiga kisah penting, yakni Kisah kayu pengutang, kisah 3 pemuda yang terperangkap dalam gua, dan kisah 3 orang yang menderita sakit (buta, kusta, dan botak).
Kisah yang pertama fokus pada nilai tawakkal pada Allah, menunaikan amanah, dan jujur saat berinteraksi dengan orang lain. Kisah yang kedua, keikhlasan dalam beramal dan Allah menyelamatkan orang yang bersandar pada-Nya, serta keberkahan berbakti pada orang tua. Sedangkan kisah yang ketiga, Allah menambah nikmat orang yang bersyukur dan mengharamkannya pada orang yang kufur.
Sedangkan anak-anak yang berusia 9 tahun keatas. Kami sarankan 3 kisah dari Hadits, yakni kisah Abu Hurairah dan syetan, kisah seguci emas, dan kisah pembunuh 99 orang.
Dalam kisah-kisah ini  banyak nilai-nilai akhlak yang sesuai dengan usia mereka.
Dalam kisah Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu terdapat nilai bahwa Allah menjaga orang mukmin dari syetan dan belenggunya. Kisah kedua nilai kejujuran, amanah, dan sikap wara’. Kisah yang ketiga, pintu taubat terbuka lebar dan rahmat Allah sangat luas.
Inilah 12 kisah yang merupakan konsep pendidikan nilai dan telah diujicobakan pada anak-anak kami di lembaga ‘Fun Global of Children’. Kami melihat pengaruh yang luar biasa pada anak-anak. Mereka terpengaruh dengan nilai-nilai yang terdapat dalam kisah-kisah tersebut.
Kemudian tersisa 2 kisah untuk anak fase baligh untuk melengkapi buket, lalu menjadi 15 kisah, yaitu: Kisah haditsatul ifki, kisah 3 sahabat yang enggan berjuang dalam perang Tabuk. Dua kisah ini telah dipaparkan dalam Al-Qur’an dan Hadits secara detail. Keduanya kisah penting, didalamnya terdapat nilai-nilai yang luar biasa, diantaranya penghormatan para sahabat radhiyallahu ‘anhum dan husnudzdzan mereka pada yang lain, serta kejujuran adalah penyelamat didunia dan akhirat.
Pendidikan dengan kisah merupakan metode pendidikan terpenting. Imam Abu Hanifah bertutur, “Kisah-kisah tentang ulama’ lebih aku sukai dari pada banyaknya fiqih karena didalamnya terdapat adab-adab kaum. ”
Maka mulailah dari sekarang berkisah pada anak-anak kita. Jika kalian tidak mengetahui kisah-kisah tersebut, bisa mencarinya lewat google lalu membacanya dihadapan anak-anak. ?
Kuttab Al-Fatih Surabaya
Ustadz Fadhail

PJ syar’i KAF Surabaya

Ayo Berkisah lagi …

Dari Guru Kami :

*Bu Elly Risman* 🌷dan di olah ulang oleh PPMI
*Wahai Ayah dan Bunda*
*Para Juru Kisah PPMI Dakwah Kisah ini atas ijin Allah telah di karuniakan pada diri kita, Mengapa Allah amanah kan ini pada kita* … Terus belajar dan berkarya dalam Dakwah Kisah ini …
– Tarzan ajarkan hidup setengah telanjang, 

– Cinderella ajarkan boleh ke pesta sampai malam asalkan di bawah jam 12 malam,

– Pinokio ajarkan dampak berbohong hanyalah hidung yang memanjang,

– Alladin ajarkan mencuri,

– Batman ajarkan mobil ngebut 200 mph,

– Power Ranger ajarkan memukul, membacok, menembak, mengeroyok,

– Romeo & Juliet ajarkan kawin lari dan bunuh diri bersama karena galau tak teratasi,

– Harry Potter ajarkan ilmu sihir, mantera, dan ramuan pelet,

– Mickey & Minnie ajarkan hubungan lebih dari sekedar teman,

– Sleeping Beauty ajarkan kemalasan,

– Dumbo ajarkan mabuk dan berhalusinasi,

– Scooby Doo ajarkan rasa takut,

– Snow White ajarkan bagaimana cewek tinggal bersama 7 lelaki,

– Peter Pan ajarkan penampilan seksi & hot para peri,

– Superman ajarkan sosok macho dan kuatnya daya tarik seksual seorang pria,

– Ultraman ajarkan teknik membanting, nyeruduk, mendorong,

– Dan nyaris keseluruhan film-film yang dilihat mata anak-anak kita berakhir dengan adegan ciuman.
*Tidak perlu heran mereka berperilaku menyimpang. Mereka dapatkan contoh tersebut dari buku cerita dan tontonan yang kita ‘berikan’*
Kita mengaku cinta Rasulullah Muhammad Sholallaahu ‘alaihi Wa Salam dan para shahabatnya, *tetapi nyaris tidak kita gali kisah-kisah menakjubkan mereka*
Kita sudah seharusnya mengajarkan pada anak-anak kita sendiri dan yang lain juga membagikan kemampuan kisah ini pada setiap Orang Tua, Guru dan Pendidik.

*Kisah ini  seperti :*

*- Abu Bakar r.a. yang setia kepada Nabinya,*

*- Umar ibn Khattab r.a yang adil kepada siapapun,*

*- Utsman ibn Affan r.a. yang sangat dermawan,*

*- Ali ibn Abi Thalib r.a. yang berani dan cerdas,*

*- Khalid ibn Walid r.a. yang bersemangat dalam menyambut jihad*

*- Fathima ibn Muhammad  yang cinta dan hormat kepada ayahnya,*

*- Abu Hurairah r.a yang suka menghafal sabda-sabda Nabinya,*

*- Shalahuddin Al Ayyubi yang membebaskan Tanah yang Dijanjikan,*

*- Thariq ibn Ziyad yang membuka dakwah ke Spanyol & Benua Biru,*

*- Muhammad Al Fatih yang memenuhi janji Rasul 8 abad lamanya atas penaklukkan Konstantinopel,*

*- Mudzoffar Quthuz yang menyelamatkan kaum muslimin dari serbuan pasukan Tartar,…*
Mari, mengkaji Al-Qur`an

Mengucapkan, mengartikan, memahami

Menghayati utk mampu mengamalkan

Itulah hakikat “TADARRUS”
Juga Hadits dari Rasulullah 
Bukan sekedar membunyikan

Atau mengucapkan berjumlah banyak
Meski,

Walau seayat, tapi difahamkan

Niscaya, bukan hanya cerita, sejarah dan kisah

Namun semangat beribadah, berjihad dan berdakwah

Akan dimiliki oleh kita

Dan generasi penerus kita

Yakinlah
*Semoga bermanfaat Ayah dan Bunda sekalian..*

*Khususnya bagi Para Juru Kisah PPMI, semoga Allah ridho dgn Dakwah Kisah ini, sebagaimana kita juga ridho pada Allah yang kita merindukan bertemu dgn Dzat Nya yg Mulya dalam syahid Dakwah Kisah ini …*
Kak Ari PPMI

Jurukisahppmi.org

#Indonesia Berkisah 

#Indonesia Berkah

Melalui Kisah yang TERBAIK PULA

SISTEM PENDIDIKAN TERBAIK
Sekitar Empat tahun yang lalu tepatnya di awal Ramadhan 1433 H Saya mengikuti kuliah subuh di Masjid dekat rumah. Ustadz yang berceramah menceritakan kisah nyata dari seorang rektor salah satu perguruan tinggi swasta di Indonesia yang sedang mencari sistem pendidikan terbaik yang dapat menghasilkan dan mencetak generasi yang cerdas, bermartabat dan bisa bermanfaat bagi bangsa dan agama.

Untuk mencari sistem pendidikan terbaik, rektor tersebut pergi ke Timur Tengah untuk meminta nasihat dari seorang ulama terkemuka di sana. 

Ketika bertemu dengan ulama yang ingin ditemuinya, lalu dia menyampaikan maksudnya untuk meminta saran bagaimana menciptakan sistem pendidikan terbaik untuk kampus yang dipimpinnya saat ini.

Sebelum menjawab pertanyaan dari rektor, ulama tersebut bertanya bagaimana sistem pendidikan saat ini di Indonesia mulai dari tingkat bawah sampai paling atas?

Rektor menjawab, _”paling bawah mulai dari SD selama 6 tahun, SMP 3 tahun, SMA 3 tahun, D3 3 tahun atau S1 4 tahun, S2 sekitar 1.5 – 2 tahun, dan setelah itu S3 untuk yang paling tinggi.”_

_”Jadi untuk sampai S2 saja butuh waktu sekitar 18 tahun ya?”_ Tanya Sang Ulama.

_”Iya!!!”_, jawab rektor tersebut.

_”Lalu bagaimana jika hanya lulus sampai di SD saja selama 6 tahun, pekerjaan apa yang akan bisa didapat?”_ Tanya kembali Sang Ulama.

_”Kalau hanya SD paling hanya buruh lepas atau tukang sapu jalanan, tukang kebun dan pekerjaan sejenisnya.”_

_” Tidak ada pekerjaan yang bisa diharapkan jika hanya lulus SD di negeri Kami.”_ Jawab si rektor.
_”Jika Lulus SMP bagaimana?”_
_”Untuk SMP mungkin jadi office boy (OB) atau cleaning service,”_ jawab kembali si rektor.
_”Kalau SMA bagaimana?”_
_”Kalau lulus SMA masih agak mending pekerjaan nya di negeri Kami, bisa sebagai operator di perusahaan-perusahaan”_ lanjut si rektor.
_”Kalau lulus D3 atau S1 bagaimana?”_ Bertanya kembali Sang Ulama.
_”Klo lulus D3 atau S1 bisa sebagai staff di kantor dan S2 bisa langsung jadi manager di sebuah perusahaan”_ kata si rektor.
_”Berarti untuk mendapatkan pekerjaan yang enak di negeri Anda minimal harus lulus D3/S1 atau menempuh pendidikan selama kurang lebih 15-16 tahun ya?”_ Tanya kembali sang Ulama. 
_”Iya betul !!!!”_ jawab si rektor.
_”Sekarang coba bandingkan dengan pendidikan yang Islam ajarkan”_

_”Misal selama 6 tahun pertama (SD) hanya mempelajari dan menghapal Al-Qur’an, apakah bisa hapal 30 juz?”_ Tanya Sang Ulama.
_”In shaa Alloh bisa”_ jawab si rektor dengan yakin. 
_”Apakah ada hafidz Qur’an di negeri Anda yang bekerja sebagai buruh lepas atau tukang sapu seperti yang Anda sebutkan tadi untuk orang yang hanya Lulus SD?”_ Kembali tanya Sang Ulama. 
_”Tidak ada !!!”_, jawab si rektor.
_”Jika dilanjut 3 tahun berikutnya mempelajari dan menghapal hadis apakah bisa menghapal ratusan hadis selama 3 tahun?”_
_” Bisa !!!”_, jawab si rektor. 
_”Apakah ada di negara Anda orang yang hapal Al-Qur’an 30 juz dan ratusan hadis menjadi OB atau cleaning service?”_
_” Tidak ada !!!”_, jawab kembali si rektor.
_”Lanjut 3 tahun setelah itu mempelajari tafsir Al-Qur’an, apakah ada di negara Anda orang yang hafidz Qur’an, hapal hadis dan bisa menguasai tafsir yang kerjanya sebagai operator di pabrik?”_ Tanya kembali ulama tersebut. 
_”Tidak ada !!!”_, jawab si rektor. 
Rektor tersebut mengangguk mulai mengerti maksud sang ulama.
_”Anda mulai paham maksud Saya?”_
_” Ya !!!”_, jawab si rektor.
_”Berapa lama pelajaran agama yang diberikan dalam seminggu?”_
_” Kurang lebih 2-3 jam”_ jawab si rektor.
Sang ulama melanjutkan pesannya kepada si rektor…
_”jika Anda ingin mencetak generasi yang cerdas, bermartabat, bermanfaat bagi bangsa dan agama, serta mendapatkan pekerjaan yang layak setelah lulus nanti, Anda harus merubah sistem pendidikan Anda dari orientasi dunia menjadi mengutamakan orientasi akhirat karena jika Kita berfokus pada akhirat inshaa Alloh dunia akan didapat. Tapi jika sistem pendidikan Anda hanya berorientasi pada dunia, maka dunia dan akhirat belum tentu akan didapat.Pelajari Al-Qur’an karena orang yang mempelajari Al-Qur’an,Alloh akan meninggikan derajat orang tersebut di mata hamba-hambaNya. 
_”Itulah sebabnya Anda tidak akan menemukan orang yang hafidz Qur’an di negara Anda atau di negara manapun yang berprofesi sebagai tukang sapu atau buruh lepas walaupun orang tersebut tidak belajar sampai ke jenjang pendidikan yang tinggi karena Alloh yang memberikan pekerjaan langsung untuk para hafidz Qur’an.Hafidz Qur’an adalah salah satu karyawan Alloh dan Alloh sayang sama mereka dan akan menggajinya lewat cara-cara yang menakjubkan. “_
_”Tidak perlu gaji bulanan tapi hidup berkecukupan.”_
Itulah pesan Sang Ulama kepada rektor tersebut.
Mari kita didik diri dan keluarga kita dengan Sistem Pendidikan Terbaik.

Semoga bermanfaat, dan dapat dijadikan rujukan bagi guru dan orang tua kaum muslimin.
Mari melalui Gerakan Indonesia Berkisah Indonesia Berkah kita tanamkan anak-anak mencintai Islam, Mencintai Qur’an, melalui Kisah generasi terbaik  terdahulu yang di anugrahi nikmat, agar semakin banyak yang terinspirasi untuk mempelajari dan menghapal Al-Qur’an dan as sunnah
Persaudaraan Pencerita Muslim Indonesia

Jurukisahppmi.org

Renungan Juru Kisah PPMI

Nasehat bagi kami Juru Kisah PPMI
Setelah 20 Tahun, Dua Hal Yang Membuat Aku Harus Hijrah Dari Pendongeng Menjadi Juru Kisah; Ketakjuban Pada Mukjizat Kisah Al-Quran dan Kegagalanku Untuk Merubah Akhlak Dengan Mendongeng. Tidaklah Terlambat Karena Al-Quran Merevolusi Keyakinan & Akhlak.
Jika Hati Anda Bersih Dengan Iman Melalui Tazkiyatun Nafs, Lisan Kita Basah Oleh Dzikir Serta Terdapat Qaulan Tsaqila, Ruh Dari Ucapan Anda Adalah Keinginan Kuat Mengubah Akhlak, Maka Jangan Khawatir, Tak Akan Ada Pendongeng Tersohor Kelas Dunia Manapun, Yang Akan Melampaui Kesangupan Anda Menggerakkan Hati Anak-Anak Bergegas Menjadi Sholeh Serta Mengalirkan Cinta Dihati Pendengar Kita, Semua Atas Izin Allah.
Kak Bimo PPMI

Dewan Syuro

Jurukisahppmi.org

Setiap Kebaikan akan Kembali

*Renungan kisah RASULULLAH…*
Tiba-tiba seorang kakek muncul ketika Rasulullah sedang berkumpul bersama para sahabatnya di dalam masjid selepas mengerjakan shalat jamaah.
_”Wahai, Rasulullah. Saya sangat lapar. Tolonglah saya. Dan saya tidak punya pakaian kecuali yang menempel di badan sekarang. Berilah saya…”_
Sebenarnya Rasulullah sangat iba menyaksikan keadaan orang tua itu. Wajahnya pucat, bibirnya membiru dan tangannya agak gemetar memegangi tongkatnya.
Cuma kebetulan beliau sedang tidak punya apa-apa. Sudah habis diberikannya kepada orang lain.
_”Maaf, pak tua. Tidak ada yang dapat saya berikan saat ini. Tetapi jangan putus asa. Datanglah kepada anak saya, Fatimah, mungkin ada sesuatu yang bisa diberikannya sebagai sedekah.”_
Maka pergilah kakek itu kepada Fatimah. Di depan rumahnya kakek itu berseru, _”Wahai putri Rasulullah. Aku lapar sekali. Dan tidak punya apa-apa. Aku datang kepada ayahmu, tetapi beliau sedang tidak punya apa-apa. Aku disuruhnya datang kepadamu. Mungkin engkau punya sedekah untukku?”_
Fatimah kebingungan. Ia tidak memiliki barang yang cukup berharga untuk disedekahkan.
Selaku keluarga Rasulullah ia telah terbiasa menjalani hidup amat sederhana, jauh di bawah taraf kehidupan rakyat jelata. 
Yang dianggapnya masih lumayan berharga cuma selembar kulit kambing yang biasa dipakai sebagai alas tidur Hasan dan Husain. Jadi, itulah yang diambil dan diserahkannya kepada si kakek.
Orang tua itu lebih kebingungan daripada yang memberikannya. Ia sedang lapar dan tidak punya apa-apa. Mengapa kepadanya diserahkan selembar kulit kambing? Buat apa?
_”Wahai Putri Rasulullah. Apakah kulit kambing itu dapat mengenyangkan perutku dan dapat kupakai untuk menghangatkan badanku?”_ tanya orang tua itu.
Fatimah tidak bisa menjawab. Ia kembali masuk ke dalam rumahnya, mencari-cari benda lain yang pantas disedekahkan. ia bertanya-tanya, mengapa ayahku mengirimkan orang ini kepadaku, padahal Ayah tahu aku tidak lebih kaya daripada beliau?
Sesudah termenung sejenak barulah ia teringat akan seuntai barang pemberian Fatimah binti Abdul Muthalib, bibinya. Barang itu amat indah, namun ia merasa kurang pantas memakainya karena ia dikenal sebagai putri dari pemimpin umat. Barang itu adalah sebuah kalung emas.
Buru-buru diambilnya benda itu dari dalam kotak simpanannya, lalu diserahkan kepada si kakek.
Orang itu terbelalak melihat benda yang kini digenggamnya. Begitu indah. Pasti amat mahal harganya. Dengan suka cita orang itu pergi menemui Rasulullah kembali di masjid.
Diperlihatkannya kepada beliau kalung emas pemberian Fatimah. 
Rasulullah hanya berdoa, _”Semoga Allah membalas keikhlasannya.”_
Salah satu sahabat nabi yang kaya raya, Abdurrahman bin Auf, berkata, _”Wahai, bapak tua. Maukah kau jual kalung itu kepadaku?”_
Kakek itu menoleh kepada Nabi, _”Bolehkah saya jual, Ya Rasul?”_
_”Silakan, kalung itu milikmu,”_ sahut Nabi.
Orang tua itu lantas berkata kepada sahabat Abdurrahman bin Auf, _”Berikan kepadaku beberapa potong roti dan daging untuk mengganjal perutku, dan sekedar biaya kepulanganku ke kampung.”_
Abdurrahman bin Auf mengeluarkan duapuluh dinar dan seratus dirham, beberapa potong roti dan daging, pakaian, serta seekor unta untuk tunggangannya ke kampung.
Dengan gembira kakek itu berkata, _”Terima kasih, wahai kekasih Allah. Saya telah mendapatkan lebih daripada yang saya perlukan. Bahkan saya telah merasa menjadi orang kaya.”_
Nabi menjawab, _”Terima kasih kepada Allah dan Rasul-Nya harus diawali dengan berterimakasih kepada orang yang bersangkutan. Balaslah kebaikan Fatimah.”_
Orang tua itu kemudian mengangkat kedua tangannya ke atas, _”Ya Allah, aku tak mampu membalas kebaikan Fatimah dengan yang sepadan. Karena itu aku mohon kepada -Mu, berilah Fatimah balasan dari hadirat -Mu, berupa sesuatu yang tidak terlintas di mata, tidak terbayang di telinga dan tidak terbetik di hati, yakni surga -Mu, Jannatun Na’im.”_
Rasulullah menyambut doa itu dengan amin seraya tersenyum ceria.
Beberapa hari kemudian, budak Abdurrahman bin Auf, bernama Saham datang menghadap Nabi sambil membawa kalung yang dibeli dari orang tua itu.
_”Ya Rasulullah,”_ ujar Saham. _”Saya datang kemari diperintahkan Tuan Abdurrahman bin Auf untuk menyerahkan kalung ini untukmu, dan diri saya sebagai budak diserahkannya kepadamu.”_
Rasulullah tertawa. _”Kuterima pemberian itu. Nah, sekarang lanjutkanlah perjalananmu ke rumah Fatimah, anakku. Kalung ini tolong serahkan kepadanya. Juga engkau kuberikan untuk Fatimah.”_
Saham lalu mendatangi Fatimah di rumahnya, dan menceritakan pesan Rasulullah untuknya.
Fatimah dengan lega menyimpan kalung itu di tempat semula, lantas berkata kepada Saham,  _”Engkau sekarang telah menjadi hakku karena itu, engkau kubebaskan. Sejak hari ini engkau kembali menjadi orang merdeka.”_
Saham tertawa nyaring sampai Fatimah keheranan, _”Mengapa engkau tertawa?”_
Bekas budak itu menjawab,  _”Saya gembira menyaksikan riwayat sedekah dari satu tangan ke tangan berikutnya._
_Kalung ini tetap kembali kepadamu, wahai putri junjungan, namun karena dilandasi keikhlasan, kalung ini telah membuat kaya orang miskin, telah menjamin surga untukmu, dan kini telah membebaskan aku menjadi manusia merdeka.”_
*****

Saudaraku tercinta… 

Kebaikan yg kita lakukan akan kembali kepada si pelaku… janganlah lelah berbuat kebaikan…
Teladani Rasulullah saw dan keluarganya…
Nabiyullah yang membawa cahaya bagi seluruh umat…
*Rahmatan lil ‘alamin…*

Mari Berkisah wahai Orang Tua, Guru dan Pendidik

Assalamu’alaikum warahmatullah wabarakatuh
Spirit dan Gerakan Indonesia Berkisah Indonesia Berkah bagi PPMI adalah sebuah keharusan, karena permasalahan yg sudah begitu panjang dr potret pengasuhan ortu dan pendidikan di bangsa ini …
Dahulu belum ada bahkan tdk banyak sperti kami sebagai Pencerita, Atau pendongeng dulunya …
Orang tua dan para Guru-guru dahulu tdk perlu melakukan ekpresi wajah dan gerak serta olah vokal dr variasi suara-suara, tapi kesungguhan dan keyakinan mereka akan manfaat Kisah ini yg menjadikan … Sampai sekarang kisah-kisah itu begitu berkesan pd kita …
Hari ini … Tradisi itulah yg PPMI akan ajak dan bangun kembali … 
Hanya berharap dan tawakal pada Allah Gerak Dakwah Kisah ini akan menghantarkan sesungguhnya pd perubahan akhlaq Generasi Penerus … Mari Berkisah karenanya adalah *Sunnah dan Penerus Risalah* 
*Raih Indonesia Berkah melalui Kisah*
Kak Ari PPMI

Jurukisahppmi.org